Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, sumber foto: cnbcindonesia
Kementerian Kesehatan RI kembali menemukan empat kasus virus korona B117 varian baru Inggris. Hal tersebut telah diprediksi oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio.
Amin mengatakan, kemungkinan ada lebih dari dua kasus virus strain yang masuk, karena saat ini pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) terhadap 462 spesimen masih dalam pemeriksaan Balitbangkes.
“Tidak bisa disangkal ya (terdeteksi lebih dari dua kasus). Untuk itu kita antisipasi, Eijkman bersama dengan Kemenristek dan Kemenkes itu sudah menunjuk satu tim untuk memperkuat surveilans, mencari mutan yang baru, varian yang baru dari COVID-19 baik dari Inggris maupun dari yang lainnya, baik dari dari Afrika Selatan, dari Brasil dan lain sebagainya,” katanya, Kamis (5/3/2021).
Eijkman menargetkan 10 ribu tes sekuensing genom untuk deteksi virus
Amin menegaskan, Eijkman memiliki pengalaman meneliti virus yang bermunculan di Indonesia jauh sebelum pandemi COVID-19. Sehingga untuk deteksi cepat varian baru COVID-19 Eijkman bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi.
“Sejak bulan Januari, kami akan menargetkan pengujian genome sequencing 5 ribu sampai 10 ribu sekuens dalam satu tahun. Jika dibandingkan Inggris, masih sangat kecil tapi mudah-mudahan bisa membantu berikan informasi secara molekuler virus apa aja yang sudah beredar di Indonesia,” jelasnya. .
Eijkman juga mendeteksi mutasi virus Corona D614G
Dia mengatakan, tahun lalu Eijkman juga mendeteksi mutasi virus corona D614G, yang 10 kali lebih banyak ditularkan dibandingkan COVID-19. Amin menegaskan, virus corona COVID-19 akan bereplikasi, sehingga terus bermutasi.
“Jadi tiap kali virus memperbanyak diri, maka dia akan bermutasi sambil melakukan proses seleksi. Untuk bertahan hidup saja, virus juga perlu menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya,” ujarnya.
SARS-CoV-2 akan bermutasi jika lingkungan baik, virus akan hidup, sebaliknya jika mutasi tidak berjalan dengan baik maka akan mati atau terjadi silent mutation karena tidak ada perubahan pada kromosom.
"Kondisi virus juga tergantung pada lingkungan yang berbeda-beda, mulai suhu hingga sistem kekebalan tubuh serta faktor genetika manusia," tambahnya.
Vaksin yang tersedia masih efektif
Amin menambahkan hingga saat ini vaksin COVID-19 yang dikembangkan masih efektif terhadap varian baru karena belum ada laporan penggantian vaksin tersebut.
“Meski ada laporan terkait penurunan efikasi vaksin COVID-19 asal Sinovac namun sampai saat ini masih efektif,” katanya.
Sementara itu, vaksin merah putih yang diproduksi oleh Eijkman akan terus dipantau terkait efektivitas vaksin tersebut terhadap mutasi virus baru.
“Jika disepakati bahwa virusnya sudah bermutasi sedemikian signifikan, sehingga kita ya harus menyesuaikan. Hal ini biasa karena sebelumnya penyesuaian vaksin juga dilakukan vaksin influenza yang disesuaikan tiap 2 sampai 3 tahun sekali disesuaikan dengan virus yang beredar," paparnya.
Kementerian Kesehatan mengumumkan 4 kasus baru mutasi virus corona B117
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, empat kasus varian baru mutasi B117 ditemukan di empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
“Kami sampaikan 4 kasus varian B117 saat ini sudah sembuh dan mereka sudah menjalani pengobatan dan tata laksana, mereka pada saat awal pemeriksaan PCR dinyatakan positif,” kata Nadia pantauan dari YouTube Kementerian Kesehatan, Senin (8/3/2021). .
Empat kasus positif COVID-19, mutasi virus corona dari Inggris, ditemukan dari pemeriksaan Whole Genome Sequencing.
“Berdasarkan pemeriksaan Badan Litbangkes dan 16 laboratorium yang melakukan pemeriksaan Genome Sequencing, kami sampaikan jumlah kasus terkait B117 sebanyak 4 kasus,” tambah Nadia.
Nadia mengatakan, Virus Corona merupakan jenis virus RNA (ribonucleic acid) yang secara alami mudah bermutasi dan mutasi memang merupakan kemampuan virus untuk bertahan hidup.
"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus mutasi COVID-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding virus COVID-19 yang awal, namun, dari beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular," dia menambahkan.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq

0 Comments