Borong Bitcoin, Perusahaan Ini Merugi Karena Nilai Tukar Anjlok


Gambar : Ilustrasi


Diamond QQ - Perusahan teknologi MicroStrategy baru saja memborong Bitcoin senilai USD 489 juta atau lebih dari Rp 7 triliun. Meskipun nilai tukar mata uang kripto ini terus turun, mereka tidak takut dan tetap menganggapnya sebagai investasi yang baik.


Michal Saylor selaku pendiri MicroStrategy mengatakan, uang itu dipakai untuk menebus 13.005 Bitcoin. Secara total, mereka telah mempunyai 105.085 Bitcoin yang dengan harga sekarang nilainya sebesar USD 3,3 miliar.


Pembelian terbaru di harga sekitar USD 37 ribu, merosot jauh dari puncaknya dan terindikasi makin turun terkait regulasi pemerintah China yang merazia penambangan Bitcoin. Untuk itu, Saylor menyarankan agar para pemegang Bitcoin tidak panik dan tetap yakin meski ada penurunan nilai.


Baru saja membeli, MicroStrategy langsung rugi karena harga kembali merosot ke titik USD 33 ribu, sehingga mereka menelan kerugian sebesar USD 60 juta. Meski demikian, Saylor menyatakan investasi besar mereka di Bitcoin adalah untuk jangka panjang. Dirinya yakin harga Bitcoin di masa depan akan kembali melonjak.


"Memulai adalah mudah, meneruskan itu yang sulit, sebuah pepatah Jepang," vuit Michal Saylor di akun Twitternya, seperti dikutip dari Independent.


MicroStrategy sendiri merupakan perusahaan software untuk para pebisnis. Seperti halnya Tesla milik Elon Musk, mereka banyak dibicarakan karena menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar.


Salah satu penyebab penurunan Bitcoin adalah aksi pemerintah China yang semakin memperketat aturannya terhadap bitcoin. Mereka menutup penambangan bitcoin di provinsi Sichuan.


Ada sekitar 26 tempat yang diduga merupakan penambangan bitcoin yang ditutup dalam razia tersebut. Langkah ini merupakan bagian janji pemerintah China untuk memperketat penambangan dan penukaran aset kripto untuk mengontrol risiko finansial yang mungkin terjadi akibat aset kripto tersebut.


Sebelumnya bank sentral China juga menyatakan sudah memanggil sejumlah bank dan perusahaan pembayaran, termasuk China Construction Bank dan Alipay, serta memaksa mereka untuk berusaha lebih keras dalam memerangi penukaran mata uang kripto termasuk Bitcoin.


Post a Comment

0 Comments