Ilustrasi, sumber foto: rri.co.id
Diamond QQ - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dalam enam pekan terakhir, kasus COVID-19 di Indonesia meningkat signifikan. Bahkan, peningkatannya mencapai 381 persen.
“Pada puncak kasus pertama, kenaikan dari titik kasus terendah sebesar 283 persen dan memuncak dalam waktu 13 minggu. Sedangkan pada puncak kedua ini, kenaikan dari titik kasus terendah mencapai 381 persen atau hampir 5 kali lipatnya dan mencapai puncak dalam waktu 6 minggu,” ujar Wiku dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/6/2021).
Satuan tugas mengatakan kenaikan minggu ini lebih tinggi dari awal 2021
Wiku menjelaskan, pada puncak pertama Januari 2021, jumlah kasus mingguan mencapai 89.902 kasus. Sedangkan pekan ini jumlahnya jauh lebih tinggi, mencapai 125.396 kasus.
Pekan lalu, Indonesia mencatat jumlah kasus positif harian yang sangat tinggi, bahkan mencatat rekor baru kasus harian tertinggi selama pandemi, yakni bertambah 21.345 kasus dalam satu hari.
Padahal, lanjut Wiku, Indonesia sudah mengalami penurunan kasus sejak puncak pertama, yakni selama 15 minggu dengan total penurunan hingga 244 persen.
“Kenaikan yang mulai terjadi satu minggu pasca periode libur lebaran menunjukkan dampak yang ditimbulkan akibat libur panjang ternyata dapat terjadi sangat cepat. Awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan. Namun, memasuki minggu ke-4 pasca periode libur kenaikan meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir,” kata Wiku.
Satgas bilang Indonesia sudah masuk gelombang kedua
Dengan peningkatan kasus yang signifikan ini, Wiku menyebut kasus mingguan virus corona di Indonesia telah mencapai puncaknya. Bahkan, kata dia, Indonesia kini sudah memasuki gelombang kedua.
"Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus COVID di Indonesia," kata Wiku.
Wiku mengatakan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berkontribusi besar terhadap puncak pertama dan kedua COVID-19
Lebih lanjut Wiku menjelaskan, provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus pada puncak pertama dan kedua tahun 2021.
“Masyarakat, terutama di provinsi ini harus berkontribusi dalam menekan lonjakan kasus COVID-19. Upaya penanganan adalah upaya kolektif. Untuk itu, inisiatif masyarakat dalam menekan dan mengendalikan kasus menjadi sangat penting,” kata Wiku.

0 Comments