3 Perilaku Sederhana Ini Bantu Bentuk Karakter Anak yang Jujur

 

Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock


Diamond QQ - Sebagai orang tua, ibu pasti menginginkan agar anak tumbuh sebagai seseorang yang jujur. AKan tetapi, tidak mudah untuk mendapatkan hal tersebut. Perlu adanya perjalanan panjang dan konsisten yang perlu ibu ajarkan pada anak. Seringnya, hal-hal sederhana yang dapat membentuk karakter jujur pada anak. Akan tetapi, apa saja sih perilaku sederhana tersebut? Ketahui selengkapnya di sini!


Perilaku Sederhana untuk Membentuk Karakter Anak yang Jujur


Apakah ibu tahu jika semua anak itu berbohong? Hal ini dilakukan dengan alasan yang sama seperti semua orang, untuk menghindari masalah, supaya tidak menyakiti perasaan orang lain, atau membuat dirinya terlihat lebih baik. Kemampuan berbohong berkembang sejak dini dan merupakan tahapan normal untuk perkembangan kognitif dan sosial setiap anak.


Ketika anak menginjak usia 4 tahun, ia sudah bisa berbohong. Kemudian, di usia 6 tahun, diperkirakan jika anak-anak berbohong bahkan sekali dalam satu jam. Semakin sering anak berbohong, semakin lihai juga kemampuannya untuk melakukan hal tersebut.


Maka dari itu, setiap orang tua perlu tahu beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter anak yang jujur. Apa saja hal sederhana yang perlu ibu lakukan? Nah, lakukanlah beberapa hal berikut ini:


1. Menjadi Contoh yang Baik


Cara pertama dan paling utama yang bisa ibu lakukan untuk membentuk karakter jujur pada anak adalah menjadikan diri sendiri contoh yang baik. Cara terbaik untuk mengajarkan kejujuran pada anak adalah dengan jujur kepadanya. Jika ada topik-topik tertentu yang sulit untuk dikatakan, seperti penyakit, kematian, atau perceraian, cobalah untuk mengatakan yang sejujur-jujurnya.


Hal yang lebih parah lagi adalah jika Si Kecil mendengar jika ibu berbohong padanya. Kepercayaannya selama ini akan luntur seketika dan menganggap kejujuran bukan hal yang penting. Memang hal ini sangat sulit untuk dilakukan, tetapi jika terus dibiasakan akan menjadi karakter yang kuat pada anak.


2. Mengapresiasi Kejujuran Anak


Apabila anak sudah berkata jujur, cobalah untuk mengapresiasi kejujurannya dibandingkan memarahinya. Saat anak mendapatkan omelan karena hal tersebut, semakin sulit dirinya berkata jujur. Cobalah untuk memberikan pujian dan pelukan saat ia berkata jujur. Tentu cara ini membangun kepercayaan dirinya dan memperkuat karakternya di masa depan.


Saat anak mengatakan sesuatu yang jujur, terlebih ketika ibu tidak bertanya, pastikan untuk meluangkan waktu untuk menunjukkan jika kejujurannya sangat mahal. Pastikan mendengarkan ceritanya dan alasannya kenapa Si Kecil berkata jujur padahal lebih mudah untuk berbohong. Berikanlah hadiah yang dirinya sukai saat ia melakukan hal baik ini.


3. Lakukan Sesuatu yang Benar Meski Sulit


Melakukan sesuatu yang benar selalu lebih penting dibandingkan melindungi perasaan seseorang yang melakukan kesalahan. Tanamkan selalu jika ‘sesuatu yang salah selalu salah’. Ajarkan anak-anak untuk membela sesuatu yang benar. Anak-anak membutuhkan contoh untuk berkata jujur padahal berbohong akan lebih mudah. 


Untuk anak-anak yang lebih besar, berbicara tentang kejujuran karakter di dalam buku bacaannya tentu dapat memicu diskusi yang menginspirasi dan instruktif. Dengan berdiskusi dengan dalam, tentu ibu menjadi tahu apa yang anak pikirkan dan saling bertukar pendapat yang akhirnya berujung kesepakatan.

Post a Comment

0 Comments