Menkes Sebut Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca Dihentikan

 

Ketibaan vaksin AstraZeneca di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (08/03/2021) sore. (Sumber: Tangkapan Layar Kanal YouTube Sekretariat Presiden)


Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan penggunaan vaksin AstraZeneca COVID-19 untuk sementara dihentikan, menyusul adanya laporan adanya pembekuan darah pada beberapa orang pasca vaksinasi di negara-negara Eropa.


“BPOM (Badan Pengamat Obat dan Makanan) menunda implementasi Astra AstraZeneca sambil menunggu WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), mudah-mudahan segera keluar karena AstraZeneca expired Mei," kata Budi dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR yang disiarkan di kanal YouTube DPR, Senin, 15 Maret 2021 malam.


Sejumlah negara telah berhenti menggunakan AstraZeneca


Menkes mengungkapkan sejumlah negara telah berhenti menggunakan AstraZeneca karena hingga saat ini laporan tersebut masih diteliti oleh WHO.


“Kita terima juga MHRA (Medicines & Healthcare products Regulatory Agency) dan European Medicines Agency sampai sekarang belum konfirmasi, apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak,” kata Budi.


Indonesia menunggu hasil investigasi WHO


Namun, kata Budi, laporan dari MHRA menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan karena vaksin, melainkan kejadian yang dialami sendiri oleh orang yang bersangkutan di luar masalah vaksin dari Inggris.


“Tapi kita masih menunggu penyelidikan WHO,” ucapnya.


AstraZeneca memastikan bahwa vaksin tersebut telah melalui berbagai uji klinis sehingga aman


Produsen vaksin COVID-19, AstraZeneca, telah bersuara terkait penangguhan inokulasi di sejumlah negara, menyusul kekhawatiran tentang efek samping berupa pembekuan darah.


AstraZeneca memastikan bahwa vaksin tersebut telah melalui berbagai uji klinis sehingga aman digunakan. Mereka juga menekankan bahwa tidak ada bukti efek samping yang menyebabkan pembekuan darah.

 

“Tinjauan cermat terhadap semua data yang tersedia, setelah lebih dari 17 juta orang di Uni Eropa dan Inggris divaksinasi dengan AstraZeneca, tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko emboli paru, trombosis vena dalam (DVT) atau trombositopenia, dalam kelompok usia, jenis kelamin, kelompok tertentu atau di negara tertentu,” kata produser seperti dikutip dari laman astrazeneca.com, Senin 15 Maret 2021.


Indonesia menerima 1 juta vaksin AstraZeneca


Perlu diketahui, sebanyak lebih dari satu juta vaksin COVID-19 fase keenam tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin 8 Maret 2021. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam sambutannya mengatakan, vaksin COVID-19 yang datang adalah dari jenis AstraZaneca, vaksin asli Inggris.


“Pada hari ini Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin, jadi dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton,” kata Retno melalui siaran virtual yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden.


Lebih lanjut, kata Retno, vaksin yang masuk kali ini merupakan pemberian vaksin putaran pertama melalui jalur multilateral. Indonesia, kata Retno, akan mendapat sedikitnya lebih dari 11 juta dosis vaksin dari jalur ini.

Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq

Post a Comment

0 Comments