Vietnam Bakal Bangun Pabrik Produksi Vaksin untuk Pasok COVAX

 

Ilustrasi, sumber foto: AP PHOTO/ALEXANDER JOE

DIAMOND QQVietnam sedang mencari untuk membeli teknologi dan membangun pabrik untuk memproduksi vaksin COVID-19, untuk memasok program COVAX. Hal itu diumumkan Kementerian Kesehatan pada Selasa (1/6/2021), seiring upaya negara tersebut meningkatkan vaksinasi untuk membendung infeksi baru dari virus corona.

“Vietnam akan membangun pabrik dan ingin mendapatkan paten sehingga dapat memasok vaksin ke COVAX, ke negara lain serta ke Vietnam,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, setelah pertemuan dengan perwakilan COVAX sehari sebelumnya, dilaporkan Channel News Asia.

Upayakan pengadaan vaksin swasta

Vietnam pada hari Senin juga mendorong pengadaan vaksin swasta, karena berlomba untuk mengamankan pasokan dan menahan wabah di dalam negeri yang meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir.

Negara berpenduduk sekitar 98 juta orang sejauh ini telah menerima 2,9 juta dosis, termasuk 2,6 juta melalui COVAX. Namun, Vietnam masih tertinggal dari banyak negara tetangganya dalam upaya vaksinasi.

“Vietnam berharap fasilitas COVAX akan mempercepat pasokan vaksinnya ke Vietnam,” kata Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long dalam sebuah pernyataan.

“Vietnam juga berharap organisasi internasional dan negara lain akan membantunya mengakses vaksin COVID-19,” sambung Long.


Salah satu negara yang berhasil menangani pandemi

Vietnam yang terletak di Asia Tenggara menjadi salah satu negara yang berhasil menangani pandemi. Dibandingkan dengan banyak negara, jumlah kasus COVID-19 di Vietnam masih jauh lebih rendah.

Hingga Selasa pagi, Kementerian Kesehatan melaporkan 111 infeksi COVID-19 baru, sehingga jumlah total kasus di negara itu menjadi 7.432, dengan 47 kematian.

Sementara itu, total kasus global mencapai 171.937.637 kasus hingga Rabu pagi ini pukul 11.00. Menurut Worldometers, dari total, 3.575.782 meninggal dan 154.419.808 pulih.


Tentang COVAX

COVAX adalah inisiatif yang dipimpin oleh aliansi vaksin Gavi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI). Tujuan utama dibentuknya aliansi ini adalah untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin COVID-19 bagi negara-negara miskin.

Aliansi ini diluncurkan pada April 2020 oleh WHO, Komisi Eropa, dan Perancis sebagai tanggapan atas pandemi COVID-19.

“Menyatukan pemerintah, organisasi kesehatan global, produsen, ilmuwan, sektor swasta, masyarakat sipil, dan filantropi, dengan tujuan memberikan akses yang inovatif dan setara ke diagnostik, perawatan, dan vaksin COVID-19,” kata Gavi di situs resminya.


Post a Comment

0 Comments